KUTAI TIMUR – Pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia politik, khususnya kaum milenial hingga generasi Z sangat mendorong upaya pemerintah dalam menyukseskan Pilkada 2024 yang sudah di depan mata.
Hal ini menarik perhatian seorang politikus Pandi Widiarto, yang merupakan anggota DPRD Kutai Timur, yang mana dalam pernyataannya menyebutkan jika anak muda harus melek akan dunia politik. Salah satunya berpartisipasi serta berperan aktif pada pemilu yang akan datang.
“Jadi kalau berkaitan dengan pemilu saya berharap sih, partisipasi teman-teman anak muda, milenial, gen z itu harus maksimal”, ucap Pandi, Kamis (14/11/2024)
Dilihat dari kemajuan teknologi sekarang ini, Pandi menyebut, pemerintah kiranya memanfaatkan teknologi informasi tersebut guna menarik perhatian serta memberikan edukasi dengan menargetkan anak muda terkait pentingnya peran anak muda dalam menyukseskan pilkada 27 November mendatang.
“Di era sekarang ini, dengan era teknologi saat ini, Saya pikir harus adanya keterbukaan informasi terkait pemilu hingga mereka tergerak untuk memilih”, tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan jika hal ini menjadi rintangan tersendiri bagi semua pasangan calon kepala daerah untuk mengajak anak muda memberikan hak suaranya.
“Yang menjadi tantangan paslon sekarang inikan bagaimana mereka menggagas cara-cara berkampanya itu yang menarik kaum milenial”, sambungnya.
Di sisi lain, Pandi menyoroti anak muda yang terlibat dalam politik uang di mana mereka hanya akan memilih apabila mendapatkan uang.
“Karena hari ini mas, anak-anak muda sekarang nih, terutama yang mungkin yang sarjana-sarjana banyak yang masih menganggur. Ini mungkin salah satu masalah juga. Jangan sampai mereka tergiring hanya kepada politik praktis yang menunggu duit baru mau memilih”, tambahnya.
“Cuma memang sekarang ini dengan teknologi yang maju, orang semakin cuek. Artinya semua lebih ke-digitalisasi. Jadi budaya-budaya Indonesia dulu kita yang saling mengingatkan, saling gotong royong itu agak berkurang”, pungkasnya.
![]()








